Sawangan Depok, PAUD dan Dikmas-Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud) akan mengawali kinerja tahun 2017 dengan menyelenggarakan persiapan Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan dan Program PAUD dan Dikmas Tahun 2017. Rakornas rencananya akan diselenggarakan mulai tanggal 1 Februari 2017 di Padang untuk wilayah barat, kemudian di Balikpapan untuk wilayah tengah, dan  terakhir di Makassar untuk wilayah timur.

“Kegiatan Rakonas di tiga regional ini untuk mensinergikan semua yang telah dilakukan antara pemerintah pusat dan kabupaten kota. Karena, sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah untuk program PAUD dan Dikmas kita delegasikan kewenangannya kepada pemerintah kabupaten dan kota,” kata Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris lskandar pada jumpa pers di sela-sela Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan, di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Sawangan Depok, Jawa Barat, Kamis (26/1).

Tema yang diangkat dalam Rakornas yaitu “Bersama Kita Memperluas dan Meningkatkan Mutu PAUD dan Dikmas yang Bermartabat”. Kata-kata dalam kalimat tema tersebut masing-masing memiliki makna. Kata ‘bersama’ dapat dimaknai  bergotong royong antara pusat, daerah, mitra dan stakeholder (ekosistem PAUD dan Dikmas). Kata ‘memperluas’ dapat diartikan sebagai menjangkau yang tidak terjangkau, anak miskin, termarjinalkan terutama di daerah 3T. Kata ‘meningkatkan mutu’ dapat diartikan upaya untuk mencapai 8 SNP (isi, proses, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, sarpras, pengelolaan, biaya, evaluasi dan standar Kompetensi lulusan). Kata ‘bermartabat’ dapat ditafsirkan  bahwa kami sebagai ASN dituntut untuk bersikap  jujur, bersih, prosedural, bebas korupsi, kolusi, dan pungli.

Harris mengatakan, dalam rakornas juga akan dibahas sembilan Program PAUD Dikmas yang difokuskan di tahun 2017, yaitu pertama, memperluas dan meningkatkan mutu program kesetaraan untuk menjangkau anak sekolah tidak sekolah (ATS) serta usia dewasa. Kedua, meningkatkan akses PAUD dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Ketiga, meningkatkan akses pemberantasan buta aksara untuk daerah kantong buta aksara dan daerah 3T.

Keempat, lanjut Harris, yaitu meningkatkan kualitas satuan pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan. Kelima, meningkatkan peran dan kompetensi keluarga dalam mendidik anak agar berkarakter dan berbudaya prestasi. Keenam, memperkuat kemampuan UPT sebagai pengembangan model, mutu, pembinaan dan evaluasi penerapan NSPK.

“Ketujuh, meningkatkan mutu layanan kursus dan pelatihan dalam rangka memenangkan persaingan global. Kedelapan, mempererat kerja sama pusat, daerah dan pemangku kepentingan sebagai ekosistem PAUD dan Dikmas.  Dan kesembilan, mempertahankan wilayah bebas korupsi dan terus meningkatkan tata kelola yang akuntabel dan transparan,” papar Harris. (KS/Tim Warta/RN) sumber: paudni.kemdikbud.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *